Jumat, 31 Oktober 2014

INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT



INDIVIDU  KELUARGA DAN MASYARAKAT

PENGERTIAN INDIVIDU

Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya. Apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu masayarakat. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya. Kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi masyarakat. (Hartomo, 2004: 64). Dengan demikian manusia merupakan mahluk individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga, tetapi merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan kecakapannya.

 Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalam dirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar individu tersebut ditandai dengan dimana individu tersebut berusaha menempatkan prilaku pada dirinya sesuai dengan norma dan kebudayaan lingkungan tersebut , seperti di indonesia individunya menjunjung tinggi prilaku sopan santun, dan beretika dalam bersosialisasi.

          Individu selalu berada didalam kelompok, peranan kelompok tersebut adalah untuk mematangkan individu tersebut menjadi seorang pribadi. Dimana prosesnya tergantung terhadap kelompok dan lingkungan dapat menjadi faktor pendukung proses juga dapat menjadi penghambat proses menjadi suatu pribadi. Faktor pendukung dan faktor penghambat juga dapat berdasarkan individu itu sendiri.

PENGERTIAN KELUARGA

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Ada beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.Keluarga inti atau disebut juga dengan keluarga batih ialah yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga inti merupakan bagian dari lembaga sosial yang ada pada masyarakat. Bagi masyarakat primitif yang mata pencahariaannya adalah berburu dan bertani, keluarga sudah merupakan struktur yang cukup memadai untuk menangani produksi dan konsumsi. Keluarga merupakan lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga lainnya berkembang karena kebudayaan yang makin kompleks menjadikan lembaga-lembaga itu penting

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:

Ayah sebagai suami dari isteri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual

PENGERTIAN MASYARAKAT

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Untuk menganalisa secara ilmiah tentang proses terbenruknya masyarakat sekaligus problem-problem yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamik sosial (social dynamic). Konsep-konsep penting tersebut antara lain :

Internalisasi (internalization)

Sosialisasi (socialization)

Enkulturasi (enculturation).

FUNGSI DARI KELUARGA.

       

 Fungsi Keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. Pekerjaan atau tuugas-tugas tersebut dapat dikerjakan secara bersama-sama atau individual.

fungsi keluarga:

 a. Fungsi Biologis

Dengan fungasi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak-anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tantang kehidupan sex bagi suami istri, pengetahuan mengatur rumah tangga bagi sang istri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anaak-anak dan lain-lain.

Dengan persiapan deperti ini dapat terbentuk keluarga yang harmonis dan berpengaruh baik bagi kehidupan bermasyarakat.

b. Fungsi Pemeliaharaan

Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut :

1) gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah;

2) gangguan penyakit denagan menyediakan obat-obatan;

3) gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar tembok dan lain-lain.

c. Fungsi Ekonomi

Keluarga barusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu :

1) Kebutuhan makan dan minum

2) Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya

3) Kebutuhan tempat tinggal.

d. Fungsi Keagamaan Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


e. Fungsi Sosial

Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa yag disebut sosialisasi. Dalam fungsi ini juga harus ada pewarisan kebudayaan dan nilai-nilainya, misalnya : sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan dan lain-lain. Dengan melalui nasihat dan larangan, orang tua menyampaikan norma-norma hidup tertentu dalam bertingkah laku.

f.  Fungsi Pendidikan

Fungsi Pendidikan, dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.

g. Fungsi Sosialisasi

Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

h. Fungsi Perlindungan

Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

i. Fungsi Perasaan

Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Individu.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, diantaranya :

Faktor Biologis

Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan, kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.

Faktor Geografis

Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

Faktor Kebudayaan Khusus

Perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

CONTOH DARI FAKTOR PERTUMBUHAN INDIVIDU

1.Faktor Biologis

Contohnya : Di Indonesia misalnya individu yang lahir di daerah timur dan barat Indonesia mengalami perubahan warna kulit yaitu hitam dan sawo matang,padahal masih dalam 1 negara.

2.Faktor Geografis

Contohnya : Wilayah di papua sekarang tidak harmonis karena gerakan organisasi papua merdeka (opm)bersitegang dengan pemerintah Indonesia karena ingin mempunyai Negara sendiri atau keluar dari Negara Indonesia.

3.Faktor Kebudayaan khusus

Contohnya : contohnya budaya jawa sunda dan jawa Yogyakarta,walupun sama – sama jawa tetapi adat dan kebiasaan mereka berbeda beda.

HUBUNGAN INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT

Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

Daftar Pustaka  :

http://gitaasaputri.wordpress.com/2013/12/12/pengertian-individu

http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga

http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat)

http://alfialona.blogspot.com/2010/11/keluarga-pengertian-dan-macam-macam.html)

http://khairunissanasrul.wordpress.com/2013/10/21/2-ilmu-sosial-dasar-individu-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan/

http://suparman11.wordpress.com/2013/11/17/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat/

Read More »

Selasa, 14 Oktober 2014

Cara Mencegah Membludaknya Pertumbuhan Penduduk

CARA UNTUK MENCEGAH PERTUMBUHAN PENDUDUK

Hal – hal yang dilakukan untuk menurunkan pesatnya pertumbuhan atau membludaknya penduduk yaitu :
1.     Melakukan program KB atau Keluarga Berencana semaksimal mungkin untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum maupun massal,sehingga mampu mencegah atau setidaknya mengurangi jumlah angka kelahiran bayi.
2.     Membatasi atau menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran bayi yang tinggi.
Ada juga cara untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan cara :
1.     Penambahan dan menciptakan lapangan kerja yang baru dan banyak.Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka di harapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rezeki.
2.     Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan.
3.     Melakukan program transmigrasi,Memindahkan masyarakat dari kawasan kota ke kawasan desa supaya bisa mengurangi pengangguran di kota.
4.     Meningkatkan produksi dan pencari sumber makanan,Hal ini supaya mengimbangi persediaan bahan pangan diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk.



KEBUDAYAAN MEMPENGARUHI KEPRIBADIAAN
Kepribadian dan kebudayaan tidak terlepas dari hubungan antara masyarakat dan kebudayaan.Kepribadian mewujudkan perilaku manusia.Kepribadian mencakup kebiasaan – kebiasaan,sikap,dan lain – lain.
Kepribadian sebenarnya merupakan organisasi factor – factor biologis,psikologis,sosiologis yang mendasari perilaku individu.
Ini adalah contoh kebudayaan yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang :
1.     Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan. Di sini dijumpai kepribadian yang saling berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu masyarakat tertentu, karena masing-masing tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan kebudayaan-kebudayaan khusus yang tidak sama pula. Contoh adat-istiadat melamar mempelai di Minangkabau berbeda dengan adat-istiadat melamar mempelai di Lampung.
2.     Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life). Contoh perbedaan antara anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota terlihat lebih berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya dan sikapnya lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan tertentu. Sedangkan seorang anak yang dibesarkan di desa lebih mempunyai sikap percaya diri sendiri dan lebih banyak mempunyai sikap menilai (sense of value).
3.     Kebudayaan khusus kelas sosial. Di dalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan sosial karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargai yang tertentu pula.
4.     Kebudayaan khusus atas asar agama. Agama juga mempunyai pengaruh besar di dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan umatnya.
5.     Kebudayaan berdasarkan profesi. Pekerjaan atau keahlian juga memberi pengaruh besar pada kepribadian seseorang. Kepribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan kepribadian seorang pengacara, dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul.

MASYARAKAT
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup(atau semi terbuka),dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu – individu yang berada dalam kelompok tersebuut.Kata masyarakat sendiri berasal dati kata bahasa arab yaitu “ musyarak “.Umumnya istilah masyarakat digunakan untuk sekelompok orang yang hidup bersama satu komunitas yang teratur.
Masyarakat berdasarkan struktur politiknya,berdasarkan urutan kompleksitas dan besar,terdapat masyarakat band,suku,chiefdrom,dan masyarakat Negara.
Pengertian masyarakat menurut para ahli :
1.     Selo soemardjan,masyarakat adalah orang – orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2.     Emile Durkheim,masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu – individu yang merupakan anggota – anggotanya.
Ciri – ciri masyarakat :
1.     Manusia yang hidup bersama minimal 2 orang
2.     Bergaul dalam waktu lama
3.     Sadar mereka merupakan satu kesatuan
4.     Merupakan suatu sistem hidup bersama
Kriteria masyarakat :
1.     Ada sistem tindakan utama
2.     Saling setia pada sistem tindakan utama
3.     Mampu bertahan lebih dari masa hidup dari seorang anggota
4.     Sebagian atau seluruh anggota baru di dapat dari kelahiran.

     Daftar Pustaka

-       id.m.wikipedia.org/wiki/masyarakat

-       http://www.psychologymania.com/2011/09/pengaruh-budaya-terhadap-kepribadian.html


Read More »

Rabu, 08 Oktober 2014

wisata tanjung jabung timur

Kabupaten Tanjung Jabung Timur ibukotanya Muara Sabak terletak +90 km dari Kota Jambi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Merupakan daerah yang berada didaerah pesisir pantai timur Provinsi Jambi. 
Oleh sebab itu objekwisata yang dapat dinikmati didaerah ini adalah wisata laut, pulau dan pantai seperti :

Objek wisata alam yang menjadi andalan kabupaten Tanjung Jabung Timur :

Taman Nasional Berbak
TNB merupakan kawasan konservasi hutan rawa terluas di Asia Teggara dengan luas 150.000 ha. yang terdiri dari hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut yang belum terjamah oleh eksploitasi manusia. Gabungan menarik antara hutan rawa gambut dengan hutan air tawar di TNB, merupakan wakil satusatunya yang dilindungi oleh hukum pemerintah lndonesia. 

Selain Berbak tidak ada lagi daerah lain di Sumatera yang memiliki keunikan alam yang
termasyhur dan terbentang luas sepanjang pesisir Sumatera Timur. Jika Berbak hilang karena eksploitasi dan peralihan lahan, maka mungkin tidak akan ada lagi habitat lahan rawa gambut seperti Berbak di Indonesia.

Berbak ditetapkan pertama kali menjadi kawasan konservasi suaka margasatwa pada masa zarnan pemerintahan Belanda dengan luas 190.000 ha. Kemudian pada tanggal 26 Pebruari 1992 telah dilakukan perubahan fungsi menjadi Taman Nasional SK. Menhut No. 285/Kpts-II/
1992 luasnya berkurang menjadi 162.700. 

Kawasan ini mempunyai potensi wisata alam yang bernilai tinggi karena dalam kawasan, dapat dijumpai dan dinikmati antara lain :

  • Pemandanga alam hutan lahan basah.
  • Pengamatan flora dan fauna (seperti raja udang, burung kipas atau monyet anggrek, palm dan sebagainya).
  • Pemancingan ikan di sungai.
Sedangkan di luar kawasan :
  • Pengenalan HTI Jelutung PT. Dyera Hutan Lestari
  • Makam Rangkayo Hitam
  • Habitat Mentok Hitam
  • Sunset
  • Perkampungan masyratak tradisional
  • Pemancingan disungai
  • Pasar tradisional (Nipah Panjang)
  • Habitat Kalong
  • Habitat burung migran
  • Tipe ekosistem hutan bakau

Air Hitam Dalam
Sungai Air Hitam Dalam terletak di sungai Rambut yang merupakan anak sungai Berbak. Dapat dilayari dengan perahu sejauh 7 km. Objek dan daya tariknya adalah bersampan menyusuri Sungai Air Hitam Dalam sambil menikmati panorama sungai dan ekosistim estuary dan melihat satwa yang ada di kanan kiri sungai.

Air Hitam Laut
Daerah Air Hitam Laut terletak di pantai timur provinsi Jambi berbatasan dengan Laut
Cina Selatan diapit oleh desa Ramau Bakutuo dan sungai Cemara. Setiap tahun ada event
Mandi Shafar yang sangat meriah sebagai penghapus dosa dan tolak bala.

Pantai Cemara
Pantai Cemara merupakan pantai tempat burung-burung air mencari makan. Pada bulan Oktober, November dan Desember atau pada saat di Australia musim dingin. Burung
tersebut pindah ke Siberia dan singgah di Sungai Cemara dan sebaliknya berkumpul burung
migrasi dari daratan Asia atau Australia. Tidak kurang dari 50 spesies burung air dapat
disaksikan di pantai ini.
Read More »