Minggu, 30 November 2014

PELAPISAN SOSIAL

PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang

 TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
> Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yagn menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdaarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifanya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.
> Terjadi dengan disengaja

Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertical maupun horizontal.sistem inidapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :
- sistem fungsional : merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi, dan lain-lain
– sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal)



MENURUT SIFAT SISTEM PELAPISAN SOSIAL
Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
>Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
>Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
>Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
>Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
2) System pelapisan masyarakat yang terbuka
Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
– Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
– Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.
3) System pelapisan social campuran
Stratifikasi sosial c a m p u r a n m e r u p a k a n kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali b e r k a s t a Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.


CONTOH PELAPISAN SOSIAL
1.    orang kaya (lapisan atas) akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya, jika dibandingkan orang miskin (lapisan bawah), dan orang kaya akan punya gaya hidup tertentu yang berbeda dengan orang miskin. 
2.    Gaya hidup masing-masing orang pasti berbeda-beda. Ada orang yang hidup dengan gaya mewah, adapula yang hidup secara sederhana. Pola hidup masyakat tentunya dilatarbelakangi oleh statusnya dalam masyarakat.


PENGERTIAN HAK
 Hak diartikan sebagai sesuatu hal yang memang secara sah menjadi milik kita. Karena secara sah (legitimasi) menjadi milik kita maka berbicara tentang hak menyangkut pengakuan (klaim) terhadap sesuatu, bisa orang, benda maupun sesuatu. Ada pula yang mengartikan hak sebagai kuasa untuk memiliki. Kedua pengertian tersebut sebenarnya mirip karena kedua-duanya menyangkut sesuatu yang bisa dimiliki dan juga menyangkut secara sah dan bisa diklaim. Untuk bahasa diklaim kalau dalam bahasa hukum berarti bisa dituntut untuk dimiliki. Karena begitu kuatnya hak ini maka siapapun yang melanggar hak orang lain maka bisa dituntut untuk mengembalikan kalau sulit bisa dituntut dalam proses hukum lebih lanjut. Jadi rentangan hak ini dari yang sifatnya sederhana dan melekat pada diri pribadi sampai yang rumit menyangkut sesuatu hal yang sangat kompleks. Pengklaiman suatu hak yang rumit dapat melalui proses hukumyang ada, artinya siapapun orangnya yang mengaku mempunyai sesuatu maka orang tersebut harus bisa membuktikan bahwa sesuatu itu memang merupakan miliknya disinilah peran Pengadilan dan lembaga Peradilan sangat penting dan menentukan terutama bila menyangkut masalah yang rumit. Hak sifatnya bisa atau dapat dituntut artinya tidak semua yang berbau Hak harus dituntut, untuk menuntut diserahkan pada yang punya hak itu sendiri. Tentunya berdasarkan keadilan dan kepatutan serta kelayakan.

PENGERTIAN KEWAJIBAN
Kewajiban menyangkut keharusan untuk melakukan sesuatu sehingga kewajiban dapat dikatakan bersifat oblibatif (keharusan). Sebagai suatu keharusan maka bila tidak dilakukan maka akan mendapat sanksi berupa hukuman (pusnisment). Hukuman bagi yang tidak melakukan sesuatu dari yang paling ringan berupa dikucilkan sampai yang paling berat berupa hukuman mati. Sanksi diberikan dalam rangka bagaimana agar kewajiban dilaksanakan. Kewajiban harus dilaksanakan dalam rangka ketertiban dan keteraturan hidup bersama dalam rangka mencapai cita-cita atau tujuan bersama. Kewajiban harus dilakukan. Oleh karena itu sifat dari kewajiban adalah dituntut untuk dilaksanakan. Dituntut untuk dilaksanakan artinya dapat dipaksakan dalam pelaksanaannya. maka ditengah masyarakat akan sulit tercapai keadilan dan harmoni sosial. Keadilan akan membantu masyarakat mewujudkan kehidupan yang nyaman dan sejahtera tentunya demi masyarakat itu sendiri. Masyarakat hidup dan berekembang bersamaan dengan kewajiban anggota masyarakatnya

CONTOH HAK DAN KEWAJIBAN
 Contoh hak anak dirumah
1. mendapatkan makan dan minum
2. mendapatkan perlindungan dan keamanan
Contoh kewajiban anak di rumah
1. menjaga kebersihan rumah
2. mematuhi dan melaksanakan nasihat orang tua

 Contoh hak anak di sekolah
1. mendapatkan perlindungan dan keamanan
2. mendapatkan kasih sayang dan bimbingan guru
 Contoh kewajiban anak di sekolah
1. menjaga kebersihan sekolah
2. mentaati dan melaksanakan tata tertib sekolah

Contoh Hak Mahasiswa 

1. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik;
2. Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademika sesuai dengan minat, bakat, kegemaran dan kemampuan;
3. Memanfaatkan fasilitas perguruan tinggi dalam rangka kelancaran proses belajar;
4. Mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam penyelesaian studinya;
5. Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikutinya serta hasil belajarnya;
6. Menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku;
7. Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
8. Memanfaatkan sumber daya perguruan tinggi melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk mengurus dan mengatur kesejahteraan, minat dan tata kehidupan bermasyarakat;
9. Pindah keperguruan tinggi lain atau program studi lain, bilamana memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa pada perguruan tinggi atau program studi yang berhak dimasuki, dan bilamana daya tamping perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan memungkinkan.
10. Ikut serta dalam kegiatan organisasi mahasiswa pada perguruan tinggi yang bersangkutan;
11. Memperoleh pelayanan khusus bilamana menyandang cacat.
12. Menjadi anggota perpustakaan setelah memenuhi ketentuan khusus tentang keanggotaan perpustakaan
Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh pimpinan masing-masing perguruan tinggi.

Contoh Kewajiban Mahasiswa

1. Mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku pada perguruan tinggi yang bersangkutan;
2. Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan perguruan tinggi yang bersangkutan;
3. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan kecuali bagi mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku;
4. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian;
5. Menjaga kewibawaan dan nama baik perguruan tinggi yang bersangkutan;
6. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional.
7. Tidak mencemarkan nama pimpinan , dosen, karyawan, dan seluruh akademika
8. Menyiapkan diri untuk secara terus menerus mengikuti kegiatan
9. Bertingkah laku, berdisiplin dan bertanggung jawab sehingga suasana belajar mengajar tidak terganggu
10.Memelihara penampilan sesuai dengan statusnya sebagai mahaiswa yang berkepribadian

Contoh Hak Warga Negara Indonesia

1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai
5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh
7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku

Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia

1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik

PERATURAN DALAM  UUD 1945 TENTANG HAK DAN KEBEBASAN
1) Pembukaan UUD 1945
Hak asasi manusia tercantum dalam pembukaan UUD 1945 :
a) Alinea I : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah haak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.
b) Alinea IV : “… Pemerintah Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial……”
2) Batang Tubuh UUD 1945
Secara garis besar hak-hak asasi manusia tercantum dalam pasal 27 sampai 34 dapat dikelompokkan menjadi :
a) Hak dalam bidang politik (pasal 27 (1) dan 28),
b) Hak dalam bidang ekonomi (pasal 27 (2), 33, 34),
c) Hak dalam bidang sosial budaya (pasal 29, 31, 32),
d) Hak dalam bidang hankam (pasal 27 (3) dan 30).
Berdasarkan amandemen UUD 1945, hak asasi manusia tercantum dalam Bab X A Pasal 28 A sampai dengan 28 J, sebagaimana tercantum berikut ini :
HAK ASASI MANUSIA
Pasal 28 A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
Pasal 28 B
1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.
2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi.
Pasal 28 C
1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.
Pasal 28 D
1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.
Pasal 28 E
1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran. memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggakannya, serta berhak kembali.
2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.
Pasal 28 F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Pasal 28 G
1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dan ancaman kelakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan alau perlakuan yang rnerendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suara politik dari negara lain.
Pasal 28 H
1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapalkan lingkungan hid up yang baik dan sehal serfa berhak memperoleh pefayanan kesehatan
2) Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat.
4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.
Pasal 28 I
1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif
3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, Terutama pemerintah.
5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.
Pasal 28 J
1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan partimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.
PENGERTIAN ELITE
Dalam pengertian yang umum elite menunjuk pada sekelompok orang orang yang ada dalam masyarakat dan menempati kedudukan tinggi. Dalam pengertian khusus dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan minoritas yang memegang kekuasaan.
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan: “posisi di dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas”.
Dalam studi sosial golongan minoritas yang berada pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dikenal dengan elit. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial.


PENGERTIAN MASSA
Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yanag secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.
Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.
Massa (mass) atau crowd adalah suatu bentuk kumpulan (collection) individu-individu, dalam kumpulan tersebut tidak terdapat interaksi dan dalam kumpulan tersebut tidak terdapat adanya struktur dan pada umumnya massa berjumlah orang banyak dan berlangsung lama.

PERANAN ELITE TERHADAP MASSA
            Elite sebagai minoritas yang memiliki suatu kualifikasi tertentu yang eksistensinya sebagai kelompok penentu dan berperan dalam masyarakat diakui secara legal oleh masyarakat pendukungnya. Dalam hal ini kita melihat elite sebagai kelompok yang berkuasa dan kelompok penentu.
            Dalam kenyataannya elite penguasa kita jumpai lebih tersebar, jangkauannya lebih luas, tetapi lebih bersifat umum, tidak terspesialisasi seperti kelompok penentu. Kita mengenal, adanya kelompok penguasa merupakan golongan elite yang berasal dari kondisi sejarah masa lampau.
            Kelompok elite penguasa ini tidak mendasarkan diri pada fungsi-fungsi sosial tetapi lebih bersifat sebagai kepentingan birokrat. Kita bisa menjumpai kelompok penguasa ini pada berbagai perhimpunan yang bersifat khusus, misalnya pada kelompok birokratis yang berfungsi sebagai pembuat kebijakan-kebijakan maupun sebagai pelaksana dan sebagai elite pemerintah.

Ccontoh Kekacauan para elite politik
Contohnya Di dalam parlemen eksekutif kita terdapat 2 golongan atau koalisi yang saling bertarung yaitu Koalisi Merah putih atau sering disebut KMP dan Koalisi Indonesia Hebat yang disebut KIH.Disini Terus terjadi perselisihan antara 2 golongan dan ini mengakibatkan tidak berjalannya visi misi Indonesia kedepan.

Cara mengatasinya
 Menurut saya cara untuk mengtasi perselisihan 2 golongan ini seharusnya semua orang bersifat dewasa,jangan seperti anak kecil yang berebutan menjadi ketua.Dan diberi pandangan yang positif dan juga dengan cara membagi kekuasaan supaya adil tidak cemburu.

Kasus Pemerataan pendapatan
Kasus pemerataan pendapatan yang dilakukan pemerintah saat ini yaitu dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) Bersubsidi sebsar 2000 ,yaitu premium dari 6500 menjadi 8500 dan solar dari 5500 menjadi 7500.Ini akan membuat subsidi yang diletakkan ke BBM akan berubah ke infrastruktur,pendidikan,dan yang lainnya.Supaya rakyat bawah menjadi lebih sejahtera.
Daftar Pustaka
http://spt-zaelani.blogspot.com/2013/11/elite-massa.html
http://oeebudhi.blogspot.com/2011/11/62-kesamaan-derajat-dan-elite-massa.html
https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/pengertian-pelapisan-sosial/
http://www.academia.edu/7292073/Hak_and_Kewajiban
http://annaluchu.blogspot.com/2011/02/contoh-contoh-hak-dan-kewajiban-warga.html
http://idaromaita.blogspot.com/2009/02/hak-dan-kewajiban-anak.html
timfourth.blogspot.com/2013/02/hak-dan-kewajiban-mahasiswa.html

Read More »

Kamis, 13 November 2014

MASYARAKAT PEDESAAN,MASYARAKAT PERKOTAAN DAN URBANISASI

MASYARAKAT PEDESAAN,PERKOTAAN DAN URBANISASI

PENGERTIAN MASYARAKAT PEDESAAN

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya

PENEGERTIAN MASYARAKAT PERKOTAAN

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

SIFAT MASYARAKAT PEDESAAN

-    Perilaku homogeny
-    Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan 
-    Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
-    Isolasi sosial, sehingga static
-    Kesatuan dan keutuhan cultural
-    Banyak ritual dan nilai-nilai sacral
-    Kolektivisme

SIFAT MASYARAKAT PERKOTAAN

-    Perilaku heterogen
-    Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
-    Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
-     sehingga dinamik
-    Kebauran dan diversifikasi cultural
-    Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular
-     Individualisme

FUNGSI MASYARAKAT PEDESAAN

-     Sebagai daerah pendukung, yaitu sebagai penyuplai kebutuhan pokok seperti, bahan makanan baik nabati maupun hewani.
-       Sebagai lumbung bahan mentah dan juga sumber tenaga kerja kasar bagi masyarakat perkotaan.
-      Sebagai mitra dalam pembangunan kota dan dari segi pekerjaan bisa dibagi sebagai desa agraris, industri, manufaktur, nelayan, dan sebagainya.

FUNGSI MASYARAKAT PERKOTAAN

-    Kota sebagai pusat kebudayaan
-   Kota yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan mempunyai potensi  budaya yang lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang lain.
-    Kota sebagai pusat perdagangan
Secara umum setiap kota memiliki pusat perdagangan. Namun tidak semua kota mempunyai aktivitas yang dominan dibidang perdagangan. Kota-kota perdagangan yang besar biasanya merupakan kota pelabuhan.
-          Kota sebagai pusat industri
Kota disebut juga sebagai pusat industri apabila kegiatan industri di kota tersebut lebih dominan dibandingkan kegiatan-kegiatan lainnya. Umumnya kegiatan industri suatu kota terdiri atas berbagai macam jenis.
-          Kota sebagai pusat pemerintahan
Kota pusat pemerintahan dapat berkembang secara cepat karena peranannya mengatur sistem pemerintahan. Kota pusat pemerintahan umumnya memiliki hubungan yang luas dengan kota-kota yang lainnya.
-          Kota sebagai pusat rekreasi dan kesehatan
Kota dapat berfungsi sebagai pusat rekreasi dan kesehatan apabila kota tersebut mampu menarik pendatang, baik untuk tujuan rekreasi maupun penyembuhan.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

a.    Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.

b.    Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah


PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN

1.      Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
2.      Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
3.      Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
4.      Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
5.      Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
6.      Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
7.     Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat










URBANISASI
Apa itu urbanisasi? Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dan desa ke kota atau dan kota kecil ke kota besar. Orang yang melakukan urbanisasi disebut urban. Timbulnya perpindahan penduduk dan desa ke kota disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dari desa dan faktor penarik dari kota. Kota-kota di Indonesia yang menjadi tujuan sebagian besar urbanisasi, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Semarang. Proses urbanibasi dapat menyangkut dua aspek. yaitu berubahnya masyarakat desa menjadi masyarakat kota dan perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah gejala sosial yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
Penyebab Urbanisasi atau perpindahan penduduk perdesaan ke perkotaan terjadi karena adanya daya tarik (pull factors) dari perkotaan dan daya dorong (push factors) dari perdesaan. Faktor Pendorong dari Desa:
•    Faktor pendorong dan desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai beriikut.
•    Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di desa.
•    Tanah pertanian di desa banyak yang sudah tidak subur atau mengalami kekeringan.
•    Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap/tidak berubah) daripada perkotaan.
•    Fasilitas kehidupan kurang tersedia dan tidak memadai.
•    Upah kerja di desa rendah.
•    Timbulnya bencana desa, seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.
Faktor Penarik dari Kota
•    Faktor penarik dan kota yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai berikut.
•    Kesempatan kerja lebih banyak dibandingkan dengan di desa.
•    Upah kerja tinggi.
•    Tersedia beragam fasilitas kehidupan, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan.
•    Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Terjadinya urbanisasi membawa dampak positil dan negatif, baik bagi desa yang ditinggalkan, maupun bagi kota yang dihuni. Dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah asal) sebagai berikut.
•    Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota.
•    Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota.
•    Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
•    Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.
Adapun dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai berikut:
•    Desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
•    Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dan kehidupan kota.
•    Desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.
Dampak Urbanisasi bagi Kota terdiri dari dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif urbanisasi bagi kota sebagai berikut.
•    Kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja.
•    Semakin banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas.
Dampak negatif urbanisasi bagi kota sebagai berikut.
•    Timbulnya pengangguran.
•    Munculnya tunawisma dan gubuk-gubuk liar di tengah-tengah kota.
•    Meningkatnya kemacetan lalu lintas.
•    Meningkatnya kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah sosial lainnya.

CARA MENUNGGALI URBANISASI
1.Lokal jangka pendek
Lokal jangka pendek di bagi lagi menjadi 5 cara yaitu :
1.    Perbaikan perekonomian pedesaan
2.    Pembersihan pemukiman kumuh
3.    Perbaikan pemukiman kumuh
4.    Memperluas lapangan kerja
5.    Membuka dam melaksanakan proyek perkotaan
2. Lokal jangka panjang
Salah satu cara untuk menanggulangi urbanisasi yang besar adalah dengan membuat master plan(rencana induk) kota yaitu suatu rumusan tindakan-tindakan yand dapat menjaga agar sejumlah faktor-faktor yang ada di di kota seperti pembangunan perumahan,lapangan kerja,taman kota,tempat rekreasi dan lain sebagainya dapat tumbuh secara bersamaan dan imbang. Master plan ini berjangka waktu yang panjang, dan setiap 5 atau 10 tahun sekali harus di revisi supaya menyesuaikan dengan keadaan.
3. Nasional jangka pendek
Selain cara di atas (local / sektoral) ada pula cara lain yaitu dengan cara nasional.Pemerintah dapat membuat peraturan perundang-undangan mengenail masalah migrasi.
4. Nasional jangka panjang
Di samping nasional jangka pendek, dapat juga dipakai pendekatan penanganan jangka panjang yang meliputi
-          Pemencaran pembangunan kota dengan membangun kota-kota baru.
-          Membangun daerah dengan memusatkan perhatian pada pengembangan kota-kota sedang dan kecil sebagai pusat pengembangan (growth centries) wilayah yang terutama bercorak pedesaan. Contoh : di bangunnya  Kota Satelit Bumi Serpong Damai (BSD) di Jakarta.
-          Mengendalikan industry di kota-kota besar, di samping mengendalikan urbanisasi, juga dapat mengendalikan pencemaran.
DAFTAR PUSTAKA

https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/perbedaan-antara-desa-dan-kota/
http://fadhilanhar.blogspot.com/2012/10/perbedaan-masyarakat-pedesaan-dan.html
http://cahyamenethil.wordpress.com/2010/11/29/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat-pedesaan/
https://achmadsaugi.wordpress.com/2009/12/11/masyarakat-perkotaan-dan-pedesaan/
http://nola-mardiana.blogspot.com/2012/01/fungsi-masyarakat-desa.html
(http://www.pengertianahli.com/2014/03/pengertian-penyebab-dampak-urbanisasi.html#_)
(http://koeeko.wordpress.com/2010/10/28/urbanisasi-dan-penaggulangannya/)
http://aguseka008.blogspot.com/p/interaksi-desa-dan-kota.html
Read More »

Jumat, 31 Oktober 2014

INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT



INDIVIDU  KELUARGA DAN MASYARAKAT

PENGERTIAN INDIVIDU

Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya. Apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu masayarakat. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya. Kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi masyarakat. (Hartomo, 2004: 64). Dengan demikian manusia merupakan mahluk individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga, tetapi merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan kecakapannya.

 Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalam dirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar individu tersebut ditandai dengan dimana individu tersebut berusaha menempatkan prilaku pada dirinya sesuai dengan norma dan kebudayaan lingkungan tersebut , seperti di indonesia individunya menjunjung tinggi prilaku sopan santun, dan beretika dalam bersosialisasi.

          Individu selalu berada didalam kelompok, peranan kelompok tersebut adalah untuk mematangkan individu tersebut menjadi seorang pribadi. Dimana prosesnya tergantung terhadap kelompok dan lingkungan dapat menjadi faktor pendukung proses juga dapat menjadi penghambat proses menjadi suatu pribadi. Faktor pendukung dan faktor penghambat juga dapat berdasarkan individu itu sendiri.

PENGERTIAN KELUARGA

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Ada beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.Keluarga inti atau disebut juga dengan keluarga batih ialah yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga inti merupakan bagian dari lembaga sosial yang ada pada masyarakat. Bagi masyarakat primitif yang mata pencahariaannya adalah berburu dan bertani, keluarga sudah merupakan struktur yang cukup memadai untuk menangani produksi dan konsumsi. Keluarga merupakan lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga lainnya berkembang karena kebudayaan yang makin kompleks menjadikan lembaga-lembaga itu penting

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:

Ayah sebagai suami dari isteri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual

PENGERTIAN MASYARAKAT

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Untuk menganalisa secara ilmiah tentang proses terbenruknya masyarakat sekaligus problem-problem yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamik sosial (social dynamic). Konsep-konsep penting tersebut antara lain :

Internalisasi (internalization)

Sosialisasi (socialization)

Enkulturasi (enculturation).

FUNGSI DARI KELUARGA.

       

 Fungsi Keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. Pekerjaan atau tuugas-tugas tersebut dapat dikerjakan secara bersama-sama atau individual.

fungsi keluarga:

 a. Fungsi Biologis

Dengan fungasi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak-anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tantang kehidupan sex bagi suami istri, pengetahuan mengatur rumah tangga bagi sang istri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anaak-anak dan lain-lain.

Dengan persiapan deperti ini dapat terbentuk keluarga yang harmonis dan berpengaruh baik bagi kehidupan bermasyarakat.

b. Fungsi Pemeliaharaan

Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut :

1) gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah;

2) gangguan penyakit denagan menyediakan obat-obatan;

3) gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar tembok dan lain-lain.

c. Fungsi Ekonomi

Keluarga barusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu :

1) Kebutuhan makan dan minum

2) Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya

3) Kebutuhan tempat tinggal.

d. Fungsi Keagamaan Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


e. Fungsi Sosial

Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa yag disebut sosialisasi. Dalam fungsi ini juga harus ada pewarisan kebudayaan dan nilai-nilainya, misalnya : sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan dan lain-lain. Dengan melalui nasihat dan larangan, orang tua menyampaikan norma-norma hidup tertentu dalam bertingkah laku.

f.  Fungsi Pendidikan

Fungsi Pendidikan, dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.

g. Fungsi Sosialisasi

Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

h. Fungsi Perlindungan

Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

i. Fungsi Perasaan

Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Individu.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, diantaranya :

Faktor Biologis

Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan, kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.

Faktor Geografis

Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

Faktor Kebudayaan Khusus

Perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

CONTOH DARI FAKTOR PERTUMBUHAN INDIVIDU

1.Faktor Biologis

Contohnya : Di Indonesia misalnya individu yang lahir di daerah timur dan barat Indonesia mengalami perubahan warna kulit yaitu hitam dan sawo matang,padahal masih dalam 1 negara.

2.Faktor Geografis

Contohnya : Wilayah di papua sekarang tidak harmonis karena gerakan organisasi papua merdeka (opm)bersitegang dengan pemerintah Indonesia karena ingin mempunyai Negara sendiri atau keluar dari Negara Indonesia.

3.Faktor Kebudayaan khusus

Contohnya : contohnya budaya jawa sunda dan jawa Yogyakarta,walupun sama – sama jawa tetapi adat dan kebiasaan mereka berbeda beda.

HUBUNGAN INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT

Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

Daftar Pustaka  :

http://gitaasaputri.wordpress.com/2013/12/12/pengertian-individu

http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga

http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat)

http://alfialona.blogspot.com/2010/11/keluarga-pengertian-dan-macam-macam.html)

http://khairunissanasrul.wordpress.com/2013/10/21/2-ilmu-sosial-dasar-individu-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan/

http://suparman11.wordpress.com/2013/11/17/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat/

Read More »

Selasa, 14 Oktober 2014

Cara Mencegah Membludaknya Pertumbuhan Penduduk

CARA UNTUK MENCEGAH PERTUMBUHAN PENDUDUK

Hal – hal yang dilakukan untuk menurunkan pesatnya pertumbuhan atau membludaknya penduduk yaitu :
1.     Melakukan program KB atau Keluarga Berencana semaksimal mungkin untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum maupun massal,sehingga mampu mencegah atau setidaknya mengurangi jumlah angka kelahiran bayi.
2.     Membatasi atau menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran bayi yang tinggi.
Ada juga cara untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan cara :
1.     Penambahan dan menciptakan lapangan kerja yang baru dan banyak.Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka di harapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rezeki.
2.     Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan.
3.     Melakukan program transmigrasi,Memindahkan masyarakat dari kawasan kota ke kawasan desa supaya bisa mengurangi pengangguran di kota.
4.     Meningkatkan produksi dan pencari sumber makanan,Hal ini supaya mengimbangi persediaan bahan pangan diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk.



KEBUDAYAAN MEMPENGARUHI KEPRIBADIAAN
Kepribadian dan kebudayaan tidak terlepas dari hubungan antara masyarakat dan kebudayaan.Kepribadian mewujudkan perilaku manusia.Kepribadian mencakup kebiasaan – kebiasaan,sikap,dan lain – lain.
Kepribadian sebenarnya merupakan organisasi factor – factor biologis,psikologis,sosiologis yang mendasari perilaku individu.
Ini adalah contoh kebudayaan yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang :
1.     Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan. Di sini dijumpai kepribadian yang saling berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu masyarakat tertentu, karena masing-masing tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan kebudayaan-kebudayaan khusus yang tidak sama pula. Contoh adat-istiadat melamar mempelai di Minangkabau berbeda dengan adat-istiadat melamar mempelai di Lampung.
2.     Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life). Contoh perbedaan antara anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota terlihat lebih berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya dan sikapnya lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan tertentu. Sedangkan seorang anak yang dibesarkan di desa lebih mempunyai sikap percaya diri sendiri dan lebih banyak mempunyai sikap menilai (sense of value).
3.     Kebudayaan khusus kelas sosial. Di dalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan sosial karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargai yang tertentu pula.
4.     Kebudayaan khusus atas asar agama. Agama juga mempunyai pengaruh besar di dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan umatnya.
5.     Kebudayaan berdasarkan profesi. Pekerjaan atau keahlian juga memberi pengaruh besar pada kepribadian seseorang. Kepribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan kepribadian seorang pengacara, dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul.

MASYARAKAT
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup(atau semi terbuka),dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu – individu yang berada dalam kelompok tersebuut.Kata masyarakat sendiri berasal dati kata bahasa arab yaitu “ musyarak “.Umumnya istilah masyarakat digunakan untuk sekelompok orang yang hidup bersama satu komunitas yang teratur.
Masyarakat berdasarkan struktur politiknya,berdasarkan urutan kompleksitas dan besar,terdapat masyarakat band,suku,chiefdrom,dan masyarakat Negara.
Pengertian masyarakat menurut para ahli :
1.     Selo soemardjan,masyarakat adalah orang – orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2.     Emile Durkheim,masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu – individu yang merupakan anggota – anggotanya.
Ciri – ciri masyarakat :
1.     Manusia yang hidup bersama minimal 2 orang
2.     Bergaul dalam waktu lama
3.     Sadar mereka merupakan satu kesatuan
4.     Merupakan suatu sistem hidup bersama
Kriteria masyarakat :
1.     Ada sistem tindakan utama
2.     Saling setia pada sistem tindakan utama
3.     Mampu bertahan lebih dari masa hidup dari seorang anggota
4.     Sebagian atau seluruh anggota baru di dapat dari kelahiran.

     Daftar Pustaka

-       id.m.wikipedia.org/wiki/masyarakat

-       http://www.psychologymania.com/2011/09/pengaruh-budaya-terhadap-kepribadian.html


Read More »

Rabu, 08 Oktober 2014

wisata tanjung jabung timur

Kabupaten Tanjung Jabung Timur ibukotanya Muara Sabak terletak +90 km dari Kota Jambi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Merupakan daerah yang berada didaerah pesisir pantai timur Provinsi Jambi. 
Oleh sebab itu objekwisata yang dapat dinikmati didaerah ini adalah wisata laut, pulau dan pantai seperti :

Objek wisata alam yang menjadi andalan kabupaten Tanjung Jabung Timur :

Taman Nasional Berbak
TNB merupakan kawasan konservasi hutan rawa terluas di Asia Teggara dengan luas 150.000 ha. yang terdiri dari hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut yang belum terjamah oleh eksploitasi manusia. Gabungan menarik antara hutan rawa gambut dengan hutan air tawar di TNB, merupakan wakil satusatunya yang dilindungi oleh hukum pemerintah lndonesia. 

Selain Berbak tidak ada lagi daerah lain di Sumatera yang memiliki keunikan alam yang
termasyhur dan terbentang luas sepanjang pesisir Sumatera Timur. Jika Berbak hilang karena eksploitasi dan peralihan lahan, maka mungkin tidak akan ada lagi habitat lahan rawa gambut seperti Berbak di Indonesia.

Berbak ditetapkan pertama kali menjadi kawasan konservasi suaka margasatwa pada masa zarnan pemerintahan Belanda dengan luas 190.000 ha. Kemudian pada tanggal 26 Pebruari 1992 telah dilakukan perubahan fungsi menjadi Taman Nasional SK. Menhut No. 285/Kpts-II/
1992 luasnya berkurang menjadi 162.700. 

Kawasan ini mempunyai potensi wisata alam yang bernilai tinggi karena dalam kawasan, dapat dijumpai dan dinikmati antara lain :

  • Pemandanga alam hutan lahan basah.
  • Pengamatan flora dan fauna (seperti raja udang, burung kipas atau monyet anggrek, palm dan sebagainya).
  • Pemancingan ikan di sungai.
Sedangkan di luar kawasan :
  • Pengenalan HTI Jelutung PT. Dyera Hutan Lestari
  • Makam Rangkayo Hitam
  • Habitat Mentok Hitam
  • Sunset
  • Perkampungan masyratak tradisional
  • Pemancingan disungai
  • Pasar tradisional (Nipah Panjang)
  • Habitat Kalong
  • Habitat burung migran
  • Tipe ekosistem hutan bakau

Air Hitam Dalam
Sungai Air Hitam Dalam terletak di sungai Rambut yang merupakan anak sungai Berbak. Dapat dilayari dengan perahu sejauh 7 km. Objek dan daya tariknya adalah bersampan menyusuri Sungai Air Hitam Dalam sambil menikmati panorama sungai dan ekosistim estuary dan melihat satwa yang ada di kanan kiri sungai.

Air Hitam Laut
Daerah Air Hitam Laut terletak di pantai timur provinsi Jambi berbatasan dengan Laut
Cina Selatan diapit oleh desa Ramau Bakutuo dan sungai Cemara. Setiap tahun ada event
Mandi Shafar yang sangat meriah sebagai penghapus dosa dan tolak bala.

Pantai Cemara
Pantai Cemara merupakan pantai tempat burung-burung air mencari makan. Pada bulan Oktober, November dan Desember atau pada saat di Australia musim dingin. Burung
tersebut pindah ke Siberia dan singgah di Sungai Cemara dan sebaliknya berkumpul burung
migrasi dari daratan Asia atau Australia. Tidak kurang dari 50 spesies burung air dapat
disaksikan di pantai ini.
Read More »

Senin, 29 September 2014

Makhluk sosial dan makhluk berbudaya

MAKHLUK SOSIAL DAN MAKHKUK BERBUDAYA

Makhluk Sosial 
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk social atau makhluk bermasyarakat yang artinya manusia selalu hidup bersama – sama dengan manusia lainnya,manusia saling membutuhkan satu sama lain dan juga pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk saling berinteraksi dengan orang lain.Manusia juga tidak akan hidup kalau tidak hidup di tengah – tengah manusia.
Dapat disimpulkan alasan manusia dikatakan makhluk social :
1.      Manusia tunduk pada aturan / norma social
2.      Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
3.      Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
4.      Potensi manusia akan berkembang bila hidup di tengah – tengah manusia.


Makhluk Berbudaya
 Manusia sebagai makhluk berbudaya berarti makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk – makhluk lain yang di ciptakan Tuhan di muka bumi ini yaitu dengan memiliki akal yang bertujuan untuk menghasilkan ide atau gagasan.
Oleh karena itu,manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepempinannya di muka bumi di samping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki,nilai kebenaran dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan.Dan juga manusia dituntut harus memakai akal budaya supaya menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi umat diseluruh bumi ini.




Kebudayaan Mempengaruhi Kehidupan Kita


Kehidupan dan kebudayaan dalam keseharian kita sangat terikat satu sama lain. Tidak semua kebudayaan yang kita tahu itu adalah kebudayaan yang pantas untuk kita tiru.
Di Indonesia sendiri bermacam budaya yang ada, pasti ada perbedaan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan orang Jawa dengan orang Papua sangatlah berbeda. Dan itu mempengaruhi kehidupan masing-masing.
Bahasa, pakaian, makanan, perilaku dan yang lainnya merupakan bagian dari kebudayaan. Kebudayaan di Indonesia sangat beragam, memang pasti ada perbedaan namun kita sebagai manusia yang berakal tidak boleh mencela suatu kebudayaan orang lain. Justru sebaliknya, kita harus menghargai perbedaan tersebut dan harus bisa menyatukannnya.
Kebudayaan semakin lama semakin berkembang. Banyak kebudayaan (yang kita sebut kebarat-baratan) masuk ke dalam kebudayaan Indonesia. Yang paling mendasar adalah pada bahasa, perilaku dan pakaian. Coba kita perhatikan, sekarang orang-orang berbicara dengan bahasa gaul, dan dicampur dengan bahasa Inggris. Dulu tidak ada yang seperti ini, kalau tidak bahasa Indonesia ya bicara dengan bahasa daerah. Perilaku orang Indonesia dengan dunia barat sangatlah berbeda, misalkan kita ingin makan roti. Budaya barat makan roti dengan menggunakan garpu dan pisau. Sementara orang Indonesia makan pakai tangan pun bisa kenapa harus mengikuti budaya barat ? Bahasa gampangnya, ada yang simpel kenapa harus yang repot ?
Tentang berpakaian, dulu orang-orang Indonesia lebih senang memakai blangkon, kebaya atau apapun itu yang menandakan asal daerah dari orang tersebut. Sekarang hanya segelintir orang saja yang masih mempertahankan kebudayaannya. Ya memang miris kalau kita mengetahui sebenarnya. Memang perkembangan itu baik untuk hidup ke depannya tetapi kita juga harus memperhatikan segi budaya dan segi Agamanya. Pakaian semakin hari semakin beragam, pakaian yang harusnya di dalam tapi pakainya di luar,Karena orang-orang Indonesia ingin terlihat lebih modis dan tidak ketinggalan jaman, hanya itulah pemikiran pendeknya. Jadi kita lebih cenderung jadi orang yang kebarat-baratan.






Unsur – Unsur yang Mempengaruhi Kebudayaan

1. Faktor Intern
Perubahan Demografis
Pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
Konflik Sosial
Contoh konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat di daerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah melakukan pembangunan bersama.
Bencana Alam
Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan karena masyarakat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.
Perubahan Lingkungan Alam
rusaknya hutan karena erosi sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.

2. Faktor Ekstern
Perdagangan
Indonesia berada di daerah strategis perdagangan sehingga Negara lain masuk ke Indonesia dan menyebarkan budayanya ke Negara Indonesia.
Penyebaran Agama
Masuknya unsur-unsur Agama Hindu dari India atau Budaya Arab bersamaan proses penyebaran Agama Hindu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran Agama Kristen dan Kolonialisme.
Peperangan
Ketika bangsa barat menjajah Indonesia disana pula masuk budaya mereka di Indonesia.


Contoh Perubahan Budaya yang Kita Alami
1.      Dulu kita berkomunikasi jarak jauh dengan cara mengirim surat tetapi sekarang sudah mudah dengan sms
2.      Dulu bila mau berbicara jarak jauh dengan menggunakan telegram atau telegraf sekarang sudah menggunakan handphone dengan mudah dan cepat
3.      Dulu kita ingin mencari informasi dengan cara membeli Koran,radio,sekarang sudah bias melihat di internet dengan praktis
4.      Dulu kita bermain congklak,bola kasti sekarang anak – anak sudah bermain game di handphone
5.      Dulu kita bepergian dengan berjalan sekarang sudah ada kendaraan bermotor dan pesawat.




Daftar Pustaka
http://mynameisedho.blogspot.nl/2013/04/manusia-sebagai-makhluk-berbudaya.html?m=1
http://alukmalay.blogspot.nl/2013/04/perubahan-kebudayaan-dan-faktor-faktor.html?=1
http://shidiqarafat.blogspot.com/2012/03/bagaimana-kebudayaan-mempengaruhi.html


Read More »