Rabu, 07 Januari 2015

6 Puncak terindah Gunung di indonesia

6 Puncak Gunung Tercantik di Indonesia


6 puncak gunung tercantik Indonesia. Tentunya menjadi sebuah kalimat yang salah jika mengatakan hanya ada 6 puncak gunung tercantik di Indonesia. Karena faktanya, Indonesia memiliki banyak gunung dengan pesona sama-sama indahnya. Namun tidak ada salahnya jika mencoba mengangkat beberapa diantaranya sebagai yang memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.


1. Gunung Semeru, Jawa Timur
Gunung Semeru
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa. Gunung dengan puncaknya yang bernama Mahameru, setinggi 3.676 m dpl. Gunung yang berlokasi di Jawa Timur (Kabupaten Malang dan Lumajang) terletak di antara 8° 6′ 28″ LS, 112° 55′ 12″ BT.

Pendaki gunung akan disuguhi pemandangan tercantik mulai dengan keberadaan Oro – oro Ombo, sebuah padang bunga yang sangat cantik. Juga danau Ranu Kumboro dengan pesona sunrise-nya dan Kalimati, sebuah spot unik dengan hamparan pasir hitamnya. Tidak kalah menarik adalah pemandangan dari puncak tertingginya, Puncak Mahameru.

2. Gunung Kerinci, Sumatera
Gunung Kerinci
Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi di pulau Sumatera sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia. Puncaknya, Indrapura, mempunyai ketinggian 3.800 m dpl. Terletak di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi pada lintang 10°45,50′ LS dan 1010°160′ BT.

Dari puncak Indrapura, pendaki gunung dapat menyaksikan indahnya pemandangan Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan dalam cuaca yang cerah, samudera Hindia pun bisa terlihat dengan jelas. Pesona lainnya adalah kawahnya yang berisi air berwarna hijau, danau Bento, dan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan keanekaragaman flora dan faunanya.

3. Gunung Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo
Gunung Bromo adalah salah satu gunung berapi aktif. Gunung dengan ketinggian 2.392 mdpl ini terletak di empat kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Titik kordinatnya 7° 56′ 30″ LU dan 112° 57′ 0″ BT.

Gunung Bromo merupakan salah satu obyek pariwisata favorit di Jawa Timur bahkan Indonesia. Pesona tercantik dari gunung Bromo antara lain keindahan sunrise (pemandangan matahari terbit), padang pasir seluas, dan sepasang kawah aktifnya. Pun tradisi upacara suci Yadnya Kasada atau Kasodo yang diselenggarakan masyarakat Tengger.

4. Gunung Merbabu, Jawa Tengah
Gunung Merbabu
Gunung tercantik selanjutnya adalah gunung Merbabu di wilayah Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali,Kota Salatiga, dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya berdasarkan titik astronimis adalah pada 7,5° LS dan 110,4° BT.

Merbabu mempunyai beberapa puncak dengan dua puncak tertingginya Puncak Trianggulasi atau Kenteng Songo (3.142 mdpl) dan puncak Syarif ( 3.119 Mdpl). Memiliki 5 kawah yaitu kawah Condrodimuko, Kombang, Kendang, Rebab, dan Sambernyowo.

Bagi pendaki gunung, gunung Merbabu dikenal sebagai lokasi pendakian populer lantaran memiliki tingkat kesulitan yang relatif sedang. Namun pemandangan sepanjang jalur pendakian sangat indah.

5. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat
Gunung Tambora
Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tepatnya pada titik koordinat 8°15′ LS dan 118° BT. Gunung setinggi 2.800 meter dpl ini mempunyai sejarah letusan besarnya pada tahun 1815. Letusan ini tercacat sebagai salah satu letusan gunung terbesar di duni (The Largest Volcanic Eruption in History) yang suaranya terdengar hingga pulau Sumatera. Abu vulkaniknya menyebar hingga pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Diperkirakan sedikitnya 71.000 orang meninggal akibat letusan gunung Tambora.

Letusan tersebut pun menghasilkan kawah raksasa, terbesar di Indonesia. Diameter kawah mencapai 7 km, keliling kawah 16 km, dan kedalaman kawah 800 m. Kawah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Juga hamparan padang pasir di bibir kawah dengan tumbuhan edelweis.

6. Gunung Papandayan, Jawa Barat
Gunung Papandayan
Gunung tercantik selanjutnya adalah gunung Papandayan. Gunung di Garut, Jawa Barat (7° 19 ′ LS 107° 44′ BT) ini mempunyai ketinggian 2665 meter. Salah satu yang menarik dari gunung Papandayan keberadaan beberapa kawah yang diantaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Masing-masing kawah mengeluarkan uap dari dalamnya.

Obyek-obyek lain yang kerap menarik minat pengunjung adalah Blok Pondok Saladah (areal padang rumput seluas 8 ha) dan Sumber Air Panas.
Read More »

Surga Bawah Laut

Mungkin sudah banyak yang tahu jika Indonesia memiliki panorama yang luar biasa. Selain wisata Alam, ternyata Indonesia juga memiliki beberapa Taman Laut ataupun Wisata Bawah Laut yang patut dibanggakan pula. Ini adalah beberapa Spot Diving (lokasi menyelam) banyak digandrungi baik masyarakat lokal maupun mancanegara. Yang sudah melegenda dan mendatangkan banyak devisa untuk Indonesia. Simak yang pertama:

Taman Laut Bunaken
Taman Laut Bunaken
Taman Laut BunakenTaman Laut Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di sebelah utara pulau Sulawesi, Indonesia.Kawasan ini menjadi kawasan taman laut nasional karena memiliki keanekaragaman hayati yang paling lengkap di dunia dan terletak di Segitiga Terumbu Karang

Taman laut Bunaken memiliki lokasi diving terindah di Indonesia dengan kurang lebih 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Pulau Bunaken pernah mencatat rekor baru dalam kategori penyelam terbanyak (2861 penyelam) yang diberi nama “Sail Bunaken” dan mendapat pujian dari para diver di seluruh dunia. Taman Laut Bunaken juga mendapat penghargaan dari National Geographic sebagai Taman Laut terindah di Dunia.

Pulau Komodo
Pulau Komodo
Pulau KomodoPulau Komodo dikenal sebagai habitat asli spesies “Naga” komodo. Hewan purba ini sangat dikenal di seluruh dunia. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape, ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional oleh pemerintah pusat.

Pulau Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara mempunyai lokasi diving yang paling menakjubkan di Indonesia. Menurut testimoni para diver yang sudah berkunjung, Pulau Komodo memiliki keindahan bawah laut salah satu yang terbaik di Indonesia, sering dijuluki “Underwater Paradise”.

Disini terdapat ikan pelagis yang melimpah, terumbu karang dengan warna-warna yang mempesona serta keanekaragaman hayati yang membuat Pulau Komodo bagian dari pesona dan legenda yang harus tetap dilestarikan.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online.

Wakatobi
wakatobi
Wakatobi adalah salah satu spot andalan bagi para pecinta diving Indonesia. Kabupaten Wakatobi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Dengan luas keseluruhan 1,39 juta hektare dan Ibu kota kabupaten ini terletak di Wangi-Wangi.

Selain sebagai wisata laut yang terindah di Indonesia, Wakatobi juga merupakan kawasan taman nasional yang disuakakan. Di Wakatobi terdapat 750 spesies koral dan biota laut dari 850 spesies yang ada di dunia.

Taman Nasional ini terhampar berbagai keanekaragaman hayati laut, dengan skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Wakatobi adalah singkatan atau akronim dari empat pulau besar yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Wakatobi ditetapkan sebagai kawasan taman nasional pada tahun 1996.

Kepulauan Raja Ampat
Raja Ampat
Raja AmpatKabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Waisai.

Raja Ampat bisa disebut sebagai Mutiara yang terpendam, karena memiliki salah satu lokasi menyelam terindah di Indonesia dengan keanekaragaman hayati terlengkap di dunia. Raja Ampat terdiri dari 1.500 pulau yang tersebar di barat laut Papua. Pecinta wisata bawah laut, backpaker, pehobi diving, scuba diving, snorkeling pasti tidak akan melewatkan Raja Ampat sebagai tujuan wisata mereka.

Disini terdapat 1.500an jenis spesies ikan, 700 jenis moluska, lebih dari 500 jenis karang dengan luas wilayah 4,6 juta hektar. Menurut The Nature Conservancy and Conservation International terdapat 75% spesies laut dunia menghuni pulau ini. Papua sesungguhnya adalah pulau yang “kaya” dengan tambang emas dan dunia bawah laut yang menakjubkan, namun sangat disayangkan potensi sebesar itu tidak dimanfaatkan untuk sepenuhnya kesejahteraan masyarakat lokal.


Karimunjawa
Karimunjawa
KarimunjawaKarimunjawa terletak di Laut Jawa dan masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara. Kepulauan Karimunjawa terdiri dari 27 pulau, hanya 5 pulau yang dihuni oleh penduduk. Terdapat 30 lokasi menyelam di Kepulauan Karimunjawa dengan terumbu karang yang indah dan biota laut seperti ikan damsel, ikan napoleon, berbagai jenis kima dengan kedalaman 5 sampai 40 meter, jarak pandang 5 hingga 25 meter.Keindahan bawah airnya sangat luar biasa. Tiga ekosistem utama yang berbeda, terumbu karang, padang lamun dan mangrove menjadi rumah bagi ratusan spesies biota yang membentuk sebuah kota bawah air yang ramai. Keanekaragaman hayatinya pun luar biasa besar, terdapat 44 spesies mangrove, 11 spesies lamun, 9 spesies  rumput laut, 444 spesies ikan dan 176 spesies karang.

Kepulauan Karimunjawa menjadi tujuan wisata yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas akomodasi mulai dari homestay hingga resort mewah, karena terdapat lokasi menyelam terindah di Indonesia.


Tulamben
tulamben
tulambenTulamben adalah salah satu lokasi menyelam favorit di Indonesia yang menjadi tujuan wisata bawah laut wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Apa yang membuat Tulamben begitu terkenal? Tak lain adalah kemudahan dan kekayaan biota laut yang ditawarkan oleh situs penyelaman ini. Ditambah dengan bangkai Kapal USS Liberty, Kapal peninggalan perang Dunia II yang karam.

Tulamben menyajikan berbagai mahluk bawah laut mulai dari yang kecil seperti siput laut, kepiting dan udang, ghost pipefish dan pygmy seahorse sampai yang besar seperti hiu, ikan Mola mola, dan lain lain. Tulamben menawarkan situs penyelaman yang sesuai untuk kursus penyelaman, penyelaman santai (fun dive) dan fotografi bawah air.

Anda sebagai warga Indonesia sudah saatnya menjelajahi wisata bawah laut Indonesia karena destinasi wisata Indonesia tidak kalah dibanding negera tetangga kita.

Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisata di lokasi wisata tersebut sedikit banyak akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Berimbas pula perhatian untuk perbaikan ataupun peningkatan sarana dan prasarana di sekitar destinasi itu.

Sebagai contoh Bali, tidak perlu menunggu pemerintah memberi perhatian, Bali dapat berkembang dengan sendirinya karena peningkatan kunjungan wisatawan. Kunjungan itu pasti akan berimbas pada tuntutan perbaikan fasilitas yang memadai. Otomatis mau tidak mau pemerintah juga tidak bisa tutup mata membiarkan salah satu sektor penghasil devisa ini hilang.
Read More »

Tips Trik Nge Kost

Dinamika hidup sebagai anak kost sangat menarik untuk ditelusuri dan didokumentasikan. Banyak kisah yang bisa diceritakan, misalnya pengalaman mencari tempat kost, mendesain dan melengkapi kamar kost supaya nyaman, beradaptasi menjadi anak kost yang jauh dari orang tua, strategi bertahan sebagai anak kost hingga manfaat yang dirasakan sebagai anak kost. Bermula dari pemikiran di atas, sebagai anak kost selama kurang lebih 10 tahun yang tinggal di 4 tempat yang berbeda; Salatiga, Denpasar, Jakarta dan Groningen; saya ingin membagikan cerita dan kisah dari pengalaman pribadi sejak pertama kali menjadi anak kost di pertengahan tahun 2003 hingga sekarang. Pengalaman-pengalaman yang ditulis ini sekiranya bisa bermanfaat, terutama bagi mereka yang akan/ingin/sedang hidup sebagai anak kost yang jauh dari orang tua

Persiapan mental – Persiapan mental menjelang nge-kost itu sangat penting sebab akan mengalami bagaimana rasanya tinggal jauh dari orang orang tua. Ketika masih tinggal bersama orang tua, biasanya segala sesuatu sudah disiapkan dan tersedia, misalnya dalam hal makanan atau fasilitas-fasilitas rumah lainnya. Namun, pada hari pertama nge-kost dan seterusnya, segala sesuatu harus dilakukan sendiri. Oleh sebab itu, sebelum nge-kost ada baiknya sudah mulai melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah secara mandiri.

Memilih tempat kost – Lokasi tempat kost dan lingkungan akan pada banyak banyak hal. Oleh sebab itu, pikirkan baik-baik ketika memilih tempat kost. Jauh-jauh sebelumnya, sebaiknya meminta rekomendasi dari teman/kerabat di kota yang dituju. Kalau di luar negeri, gabung di milis atau grup pelajar yang bisa memberikan banyak info tentang kost/tempat tinggal. Jika memungkinkan, lakukan kunjungan ke tempat-tempat kost yang direkomendasikan untuk melihat situasi tempat kost, kamar yang hendak ditempati, pemilik dan penghuni kost, lingkungan dan masyarakatnya, termasuk fasilitas-fasilitas transportasi yang relatif dekat dengan sekolah/kampus/kantor dan warung/toko-toko yang terdekat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Menata dan melengkapi kamar kost – Di manapun berada, kenyamanan tempat tinggal penting. Oleh sebab itu, bagian menata dan melengkapi kamar kost sangat penting agar bisa betah nge-kost. Ada tempat kost-kostan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dasar, misalnya kasur dan meja belajar; ada pula yang hanya kamar saja. Maka itu, jika sudah menentukan pilihan tempat kost, segera catat barang-barang apa saja yang perlu dimiliki. Ada orang tua yang rela mengantarkan pindahan barang dari rumah, namun banyak pula yang harus mencari sendiri barang-barang perlengkapan kamar. Untuk itu, perhatikan anggaran yang dimiliki. Tidak harus membeli barang baru, banyak kakak angkatan/tetangga kost yang hendak mau pindah bisa didekati lantas membeli barang-barangnya. Jika di Groningen, bisa mencari di second hand shops dengan kualitas yang masih bagus tetapi harganya murah.

Belajar Berpikir dan Berprioritas – Karena harus mengatur segala sesuatunya, nge-kost menjadi tempat belajar berpikir dan mengatur hidup. Karena tinggal jauh dari orang tua, mereka yang nge-kost mau tidak mau harus berpikir bagaimana agar hidup terus berjalan secara normal. Mereka perlu berpikir mengatur keuangan yang terbatas, namun kebutuhan dan keinginan yang tan batas. Maka itu, mereka perlu membuat skala prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dan kepentingan, termasuk menyisihkan uang sebagai tabungan. Ketika harus menyusun rencana seperti itu, maka secara tidak langsung kita banyak belajar dan merasakan bagaimana orang tua mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dengan pelajaran tersebut, akan bermanfaat untuk masa depan ketika berkeluarga nanti.

Belajar mandiri – Selain dalam hal keuangan, nge-kost juga menjadi media belajar hidup mandiri. Jika sedari kecil banyak tergantung dengan peran orang tua, maka ketika nge-kost, segala sesuatu harus mulai dikerjakan sendiri,misalnya memasak, mencuci baju, membersihkan kamar, bangun pagi untuk ke sekolah/kuliah/bekerja. Mungkin sekarang banyak jasa-jasa yang dibuka untuk menyasar para penghuni indekosan; misal laundry kiloan, katering etc; namun sekali lagi berpulang ke masing-masing individu bagaimana skala prioritas mengatur finansial dan waktu sehingga hidup di indekosan bisa berjalan dengan normal dan nyaman.

Konsekuen pada pilihan – Pada titik tertentu, saya seringkali merasakan sangat berat hidup jauh dari orang tua, apalagi ketika jatuh sakit. Segala sesuatu harus dirasakan, dipikirkan dan dikerjakan sendiri, tanpa ada keluarga. Baru bangun tidur sudah berpikir banyak hal, sementara ketika berada di rumah, segala sesuatu sudah tersedia. Namun, saya banyak belajar supaya saya konsekuen dengan pilihan untuk hidup nge-kost. Itu sudah menjadi pilihan saya, berarti saya harus menghadapi konsekuensi atas pilihan tersebut. Saya harus rela kehilangan kesempatan mencicipi masakan Emak, kehilangan kebersamaan dengan keluarga dan sebagainya. Namun, saya percaya kalau saya akan mendapat banyak pelajaran hidup dari pilihan saya itu.

Konsultasi dengan Orang Tua – Meskipun hidup di indekosan, ingin belajar hidup mandiri, namun bukan berarti putus kontak dan tidak bergantung pada orang tua. Sebaiknya, secara rutin tetap menghubungi dan mengirim pesan ke orang tua. Bagaimanapun, sebagai orang tua, pasti mereka tetap memiliki rasa khawatir pada anak-anaknya meskipun mereka sudah dewasa. Dengan berkirim pesan singkat, BBM, telepon dan dengan metode lainnya, orang tua akan merasa tenang mendengar kabar anak-anaknya yang sedang berada di luar kota. Selain itu, tidak ada salahnya juga bertanya dan berkonsultasi ke orang tua tentang segala sesuatu yang dihadapi dan menjadi kendala selama hidup nge-kost.

Bersosialisasi dengan Pemilik Kost, Warga Kost dan Masyarakat Sekitar – Agar tidak kesepian, upayakan bersosialisasi dan bergaul dengan teman-teman kost yang lain, pemilik kost bahkan dengan warga sekitar. Buat acara-acara bersama seperti piknik, belanja, masak bersama untuk menciptakan rasa kebersamaan. Jika pemilik kost menempati rumah yang sama, sering bantu kalau pemilik kost memerlukan bantuan. Siapa tahu akan seperti teman saya yang menjadi pacar anak perempuan pemilik kost dan menikmati fasilitas berbeda dengan penghuni kost yang lain. Selain itu, penting juga bergaul dengan lingkungan warga sekitar. Kalau menurut pepatah Jawa, “Pager mangkok luwih kenceng tinimbang pager tembok” yaitu hidup bergaul dan bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar akan menimbulkan rasa aman. Kalau misalkan kita sering menolong orang lain, maka kita pasti akan ditolong manakala membutuhkan. Contoh kongkritnya, ikut kerja bakti warga. Selain akan lebih guyub rukun dengan warga, juga akan ada kesempatan mendapatkan konsumsi gratis. Yang terpenting bisa mengatur waktu.

Kontak Penting – Karena jauh dari keluarga, berikan kontak penting keluarga dan orang yang dipercaya di tempat indekosan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau berita-berita penting lainnya. Hal ini juga diperlukan untuk mengantisipasi kejahatan/penipuan yang seringkali menyasar orang-orang nge-kost dengan menipu bahwa keluarga mengalami kecelakaan dan membutuhkan uang. Selain itu, jika bepergian ke tempat lain, beritahu keluarga dan orang-orang terdekat, misalnya kota yang dituju dan dengan siapa saja, supaya jika ada sesuatu hal bisa dapat ditelusuri.

Itulah tips dan pelajaran nge-kost dari saya. Oya jangan lupa lapor RT/RW di lokasi kost ya supaya tidak ada masalah dan aman dalam hal administrasi. Yang penting juga tetap waspada, terutama dengan keamanan barang-barang di kamar. Waspadai setiap orang yang keluar masuk ke lingkungan kost dan jangan pernah lupa mengunci kamar.
Read More »

Kelok sembilan

Teman-teman ada yang tahu, di mana letak jembatan Kelok Sembilan? Kamu yang tinggal di Sumatera Barat dan Riau , mestinya tahu tempat ini. Sebab, jembatan Kelok Sembilan yang merupakan ruas jalan lintas tengah Sumatera yang menembus perbukitan terjal ini terletak antara Sumatera Barat dan Riau, tepatnya di Kabupaten Limapuluh Kota.

kelok sembilan
Untuk mengurangi kemacetan, di atas ruas jalan Kelok Sembilan ini dibangun jalan layang yang disebut jembatan Kelok Sembilan.

Sudah lama, daerah itu dikenal dengan sebutan Kelok Sembilan. Penduduk di sana menamai daerah itu Kelok Sembilan karena jalanan di daerah itu memiliki 9 belokan atau kelokan. Ruas jalan yang tampak zig-zag menuruni lereng bukit ini dibangun pada zaman Belanda, tahun 1908 sampai 1914.

Meskipun jalannya menanjak dan berkelok-kelok, jalur ini menjadi favorit para pengendara. Sebab, jalur ini merupakan yang paling dekat menghubungan kata Padang dan Pekanbaru yang jaraknya 350 km. Dari Pekanbaru Kelok Sembilan terletak 180 km atau 25 kilometer dari kota Payakumbuh.

Pemandangan di daerah Kelok Sembilan sangatlah elok. Untuk menikmati panorama Kelok Sembilan, tempat paling pas adalah di ruas jalan paling atas. Di belokan paling atas ini terdapat bahu jalan yang cukup luas, sehingga kendaraan bisa parkir dengan aman.
kelok sembilan

Karena ada 9 kelokan, ruas jalan di daerah ini disebut Kelok Sembilan.

Pada saat-saat tertentu, di daerah ini sering terjadi kemecetan. Selain disebabkan oleh ruas jalan yang sempit, di sini juga sering terjadi kendaraan mogok karena tidak kuat menanjak.

Syukurlah, untuk mengatasi kemacetan itu, sejak tahun 2003 mulai dibangun ruas jembatan Kelok Sembilan yang terletak di kilometer 146 dan 148.

Jembatan itu panjangnya 2.537 meter,  terdiri atas 980 meter berupa jembatan yang terbagi dalam enam buah jembatan dan 1.557 meter berupa jalan raya biasa di lereng bukit.

Jembatan Kelok Sembilan menelan biaya sekitar 500 milyar rupiah dan akan selesai pada akhir tahun 2012.
kelok sembilan
Katanya sih, kalau  jembatan layang nanti sudah digunakan, jalan Kelok Sembilan  di bawahnya tidak akan dihilangkan. Jalan tersebut tetap akan dirawat dan tetap bisa digunakan, terutama untuk pariwasata, sebab jalan tersebut memiliki nilai sejarah.

Jalur Kelok Sembilan merupakan jalur padat. Menurut penelitian, jalur ini dilalui sekitar 6.800 kendaraan setiap hari. Sedangkan pada hari libur, kendaraan yang lalu lalang di tempat ini mencapi 11.350 kendaraan.
Read More »

7 Wisata di provinsi Jambi

1. Candi Muaro Jambi
 Candi Muaro Jambi
Candi Muaro Jambi
Kompleks candi ini disebut sebagai candi beraliran Buddhisme peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Tempat wisata di Jambi ini juga disebut sebagai kompleks candi terluas di Indonesia. Pada tahun 2009, UNESCO menetapkan candi yang berupa susunan batu bata merah ini sebagai salah satu situs warisan dunia yang wajib dilindungi.
Ditemukan oleh S.C Crooke, seorang letnan Inggris, pada tahun 1820, Candi Muaro Jambi kemudian dipugar oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1975. Sampai saat ini, terhitung ada 61 buah candi yang sebagian besar masih tertutup tanah.
Selain candi, ditemukan juga perkakas rumah tangga yang membuktikan bahwa kawasan ini dulu digunakan sebagai tempat tinggal para biksu. Ada juga keramik Cina dari dinasti Song yang menandakan adanya hubungan intermasional antara Kerajaan Sriwijaya dengan bangsa Cina dahulu.
Tempat wisata budaya ini berada di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, atau sekitar 26 km dari pusat kota Jambi.

2. Tanggo Rajo
 Tanggo Rajo
Tanggo Rajo
Tanggo rajo ini tak berbeda jauh dengan Taman Alun-alun Kapuas atau Pantai Losari yang menawarkan wisata kuliner di tepi perairan. Tempat wisata di Jambi yang banyak dikunjungi pada sore dan malam hari ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera.
Selain pemandangan Sungai Batanghari dan matahari terbenam, Anda juga bisa menikmati kuliner yang banyak dijual di warung tenda sekitar tempat wisata ini. Menunggu momen matahari terbenam sambil menikmati jagung bakar bersama orang terkasih di sini tentu akan menyenangkan. Pada akhir pekan, tempat wisata di Jambi ini banyak didatangi pemancing.
Selain digunakan sebagai tempat rekreasi, Tanggo Rajo juga seringkali dijadikan lokasi peringatan HUT Jambi dan berbagai acara besar lainnya. Tempat wisata ini berada di Jalan Sultan Thaha, Pasar Jambi.

3. Monas Jambi
 Monas Jambi
Monas Jambi
Ternyata, Monas atau Monumen Nasional tak hanya dimiliki oleh Jakarta saja. Di Jambi, ada replika monumen ini, tepatnya di bundaran kompleks pemerintah kota.
Monas ini menjadi salah satu tempat wisata di Jambi yang banyak didatangi pengunjung untuk membuktikan kemiripannya dengan Monas di Jakarta. Jika dilihat sekilas, Monas Jambi ini memang mirip bentuknya, hanya saja berukuran lebih kecil. Hal lain yang membedakan adalah adanya empat buah jam dinding di setiap sisinya dan empat buah ukiran berbentuk angsa di bawahnya.

4. Taman Mini dan Taman Rimba Jambi
 Taman Mini Jambi
Taman Mini Jambi
Kompleks ini merupakan tempat wisata terpadu yang menawarkan sarana olahraga, taman rekreasi dan wisata budaya. Secara umum, kompleks ini dibagi menjadi dua bagian, Taman Mini dan Taman Rimba.
Taman Mini ini merupakan tempat wisata di Jambi yang menghadirkan miniatur budaya yang ada di provinsi ini. Konsepnya sama dengan Taman Mini yang ada di Jakarta, yaitu menampilkan replika bangunan khas daerah. Bedanya, jika di Jakarta yang ditampilkan adalah budaya seluruh daerah di Indonesia, di sini yang ditampilkan hanya budaya setiap kabupaten di Jambi.
 Taman Rimba Jambi
Taman Rimba Jambi
Tempat wisata lainnya adalah Taman Rimba yang merupakan kebun binatang kebanggaan warga Jambi. Layaknya kebun binatang di tempat lain, di sini pun Anda bisa melihat beragam spesies binatang. Yang menarik adalah adanya sangkar burung berbentuk setengah lingkaran kaca raksasa yang berisi beraneka jenis burung mulai dari burung bangau sampai burung kasuari.
Selain Taman Mini dan Taman Rimba, di kompleks seluas 18 hektar ini juga ada stadion olahraga yang selalu ramai digunakan saat akhir pekan.
Tempat wisata di Jambi yang banyak dikunjungi ini berada di Jalan Sunaryo atau hanya sekitar 500 meter dari Bandara Sultan Thaha Syaifuddin.

5.  Danau Sipin
 Danau Sipin
Danau Sipin dikenal juga dengan Solok Sipin oleh warga setempat. Kata ‘solok’ dalam bahasa setempat berarti danau. Danau ini berada di Simpang Baluran Kenali, Kecamatan Telanaipura.
Selain sebagai salah satu tempat wisata di Jambi, danau ini merupakan tempat budidaya ikan air tawar seperti ikan mujair dan nila. Di tengah danau, Anda bisa melihat banyak keramba dan jala milik nelayan. Jika ingin melihat aktifitas nelayan dari dekat, Anda bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau. Perahu tersebut bisa menampung 3 – 4 orang dengan biaya sewa 5.000 Rupiah per orang.
Puas berkeliling dan merasa lapar? Anda bisa mampir ke deretan warung makan yang ada di sekitar danau. Ikan yang dimasak pun dijamin segar karena merupakan hasil tangkapan baru nelayan setempat.

6. Museum Negeri Jambi
 Museum Negeri Jambi
Museum Negeri Jambi
Jika Anda menyukai wisata budaya dan sejarah, maka datang ke Museum Negeri Jambi adalah pilihan yang tepat. Tempat wisata ini berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 1, Jambi.
Bangunan museum ini dibuat menyerupai Rumah Kajang Lako yang merupakan rumah adat di Jambi. Di sini, Anda bisa menemukan banyak koleksi benda bersejarah dan bernilai seni budaya Jambi dari masa ke masa seperti peralatan berburu, anyaman khas Jambi, batik tenun dengan motif bunga yang khas dan juga binatang yang diawetkan.
Tempat wisata di Jambi ini buka setiap hari Senin sampai Kamis pada pukul 08:00 – 15:00 dan Jumat pada pukul 07:15 – 11.00. Hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional museum ini tutup. Sedangkan biaya masuk museum adalah 3.000 Rupiah untuk dewasa dan 1.000 Rupiah untu anak-anak.

7. Masjid Agung Al Falah
 Masjid Agung Al Falah
Masjid Agung Al Falah
Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Seribu Tiang. Hal ini dikarenakan uniknya bangunan masjid ini. Masjid dipenuhi dengan tiang penyangga tanpa dinding sehingga sirkulasi udara dan cahaya bisa berjalan lancar. Meskipun dijuluki Masjid Seribu Tiang, jumlah tiang yang ada sebenarnya hanya 256 buah saja.
Masjid Agung Al Falah dibangun dalam waktu sembilan tahun yaitu antara tahun 1971 sampai dengan tahun 1980. Tempat wisata budaya ini mampu menampung sampai 10.000 orang jamaah. Masjid yang tidak mempunyai pintu dan jendela ini berada di Jalan Sultan Thaha Nomor 60, Legok, Kecamatan Telanaipura.

Read More »

Pendakian Gunung gede dan pangrango



Gunung Gede-Pangrango adalah satu-satunya gunung yang menjadi faforit para pendaki di Indonesia, kurang lebih 50.000 pendaki per tahun, meskipun peraturan dibuat seketat mungkin, bisa jadi karena lokasinya yang berdekatan dengan Jakarta dan Bandung. Maka dari itu untuk mengembalikan habitatnya tiap bulan Agustus ditutup untuk pendaki juga antara bulan Desember hingga Maret. Untuk mengurangi kerusakan alam maka dibuatlah beberapa jalur pendakian, namun jalur yang populer adalah melalui pintu Cibodas. Untuk mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango di berlakukan sistem bookin, 3 sampai 30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki di batasi hanya 600 per malam, 300 melalui jalur Cibodas, 200 jalur Gunung Putri, dan 100 jalur Selabintana. Rute Pendakian Gunung Gede dan Gunung Pangrango · Jalur Pendakian Cibodas · Jalur Pendakian Gunung Putri · Jalur Pendakian Salabintana Transportasi Jalur Pendakian Cibodas : Cibodas (1.425 mdpl) dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum jurusan Jakarta - Bandung. Turun di pertigaan Cibodas, disambung dengan mobil angkutan kecil ke Kebun Raya Cibodas.Di sekitar Kebun Raya Cibodas terdapat tempat parkir yang luas, banyak terdapat pedagang makanan dan oleh-oleh di sepanjang jalan. Ada juga lokasi untuk berkemah di dekat kantor Taman Nasional. Lebatnya hutan tropis di lereng gunung Gede-Pangrango ini sudah terasa di Cibodas, namun suasana hutannya terpotong oleh padang golf yang sangat luas hingga ke arah puncak gunung pangrango. Jalur Pendakian Gunung Putri : Untuk menuju Gunung Putri dari Jakarta naik bus jurusan Bandung / Cianjur turun di Pasar Cipanas. Dari belakang Pasar yang merangkap terminal ini kita naik mobil angkot ke Gunung Putri. Sebelum melakukan pendakian kita harus booking terlebih dahulu 3-30 hari sebelum hari pendakian di Kantor Pusat Taman Nasional yang terletak di Cibodas. Jalur Pendakian Salabintana :Selabintana (960 mdpl) adalah kawasan wisata yang sangat menarik. Hotel, penginapan, tempat bermain, air terjun dan bumi perkemahan menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi siapa saja. Kaum Remaja dari Bandung dan Jakarta sering mengadakan camping di lokasi ini. Jalur pendakian Selabintana kurang diminati oleh para pendaki. Banyak hal yang menjadi alasan yakni: Membutuhkan waktu yang lebih lama baik dalam pendakian. Akses kendaraan umum yang susah dan lebih jauh. Jalurnya lebih berat, berlumpur dan banyak pacet. Peta Pendakian Gunung Gede dan Gunung Pangrango JALUR CIBODAS Di Pintu gerbang masuk bascamp Cibodas pendaki wajib melapor dan menunjukan surat - surat perijinan dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan untuk barang yang dilarang seperti pisau, radio, sabun, odol, dll. Akan di minta oleh petugas, dan pada saat keluar Taman Nasionaljuga akan dilakukan pemeriksaan kembali. serta wajib memperlihatkan sampah yang dibawa turun sisa- sisa pemakaian kita sendiri. di setiap pintu taman ada tempat untuk membuang sampah. Dari jalur Cibodas ini tersedia beberapa pos tempat peristirahatan yang berupa bangunan beratap yang sangat bermanfaat untuk berteduh dan menghangatkan badan. Sebaiknya tidak mendirikan tenda di dalam pos karena mengganggu para pendaki lainya yang ingin berteduh. Awal pendakian dimulai dengan menyusuri jalan setapak berbatu, melintasi kawasan hutan tropis yang lebat. Kicauan burung dan suara monyet akan menyambut para pendaki sejak dari pos penjagaan. Setelah berjalan sejauh 1,5 km melintasi kawasan hutan yang sangat asri, terdapat sebuah rawa yang disebut telaga biru dalam ketinggian 1.500 mdpl. Telaga biru yang warna airnya bisa berubah - ubah di sebabkan oleh tanaman ganggang yang tumbuh di dasar danau. Dengan melintasi jembatan kayu sepanjang jalur selanjutnya akan sampai pos Rawa Gayang Agung pda ketinggian 1.600 mdpl. jalur jembatan kayu ini sudah mulai rusak, banyak kayu-kayu yang lepas sehingga pendaki bila kurang hati - hati bisa terperosok jatuh. Setelah berjalan di atas jembatan kayu sepanjang kurang lebih 1 km, jalur kembali menapaki jalan berbatu hingga sampai di Pos Panyancangan Kuda. Pos ini berada diketinggian 1.628 mdpl, terdapat bangunan beratap yang dapat dipergunakan untuk berlindung dari hujan dan angin, namun pendaki-pendaki yang egois sering membuka tenda di dalam bangunan ini. Di lokasi ini terdapat persimpangan jalur (pertigaan). ke kanan ke arah air terjun Ciberem, sedangkan arah ke puncak ambil jalur lurus. Bila pendaki ingin mampir ke air terjun mungkin tas dan bawaan lainnya bisa ditinggal di pos ini, dan ada salah satu rekannya yang menunggu. Berjalan sekitar 30 menit dengan lintasan berbatu yang sedikit menurun, dan di beberapa tempat digenangi air sehingga sepatu bisa basah, maka kita akan sampai di Air Terjun Ciberem yang berada di ketinggian 1.675 mdpl). Air terjun Ciberem ini terdiri dari tiga buah yakni; curug Cidendeng, curug Cikundul, dan curug Ciwalen. Wisatawan umum bisa datang ke lokasi air terjun ini cukup dengan membayar tiket masuk di pos penjagaan. Untuk melanjutkan pendakian pendaki harus balik lagi ke Pos Panyancangan Kuda (pertigaan). Dari pertigaan, jalur pendakian mulai menanjak dan berliku-liku melewati jalan setapak dari batuan yang terjal. Gemuruh air terjun yang berada jauh di bawah terdengar dengan jelas. Suara-suara satwa sering terdengar terutama di sore dan di pagi hari. Sejenak kita bisa beristirahat di Pos Batu Kukus (1.820 mdpl). Di tempat ini terdapat bangunan untuk duduk istirahat, dahulu ada atapnya yang disangga oleh sebuah tiang kayu di tengahnya. Lintasan kembali menanjak, jalan setapak berbatu mulai berganti dengan jalan tanah yang lebih alami. selanjutnya jalur mulai landai dan bonus-bonus turunan akan mempercepat kita sampai di Pos Pondok Pemandangan (2.150 mdpl). Pada musim pendakian, karena ramainya pengunjung maka kita bisa beristirahat di pos ini sambil menunggu antrian melewati air panas. Air panas berupa lereng curam yang sangat berbahaya, yang dialiri air panas dengan suhu yang mencapai 70°C, pendaki perlu ekstra hati-hati karena sempit dan licin. Sebaiknya jalan satu persatu dan menunggu bila ada pendaki yang melintas dari arah berlawanan. Karena bila dua orang pendaki bertemu maka pendaki di sisi jurang akan sulit mendapatkan pegangan bila terpeleset dan kesenggol akan fatal akibatnya, meskipun ada rantai besi pengaman namun kondisinya kurang aman untuk dijadikan pegangan. Batuan di Air Panas terasa panas bila disentuh. Namun banyak juga pendaki yang berhenti untuk menghangatkan badan. Sebaiknya tidak berhenti di sini karena sangat menggangu pendaki lainnya, selain itu sebaiknya menggunakan sepatu, panasnya air sangat terasa bila kita hanya menggunakan sandal. Mandi di sungai di Pos Kandang Batu (2.220 mdpl) ini yang berair hangat sangat menyegarkan badan, menghilangkan capek dan membantu melancarkan aliran darah yang beku kedinginan. Jangan gunakan sabun, odol, shampoo, karena banyak pendaki mengambil air minum di sungai ini. Membuka tenda di Pos ini sangat mengganggu perjalanan pendaki lainnya. Meninggalkan Pos Kandang Batu kita akan melewati sungai yang kadang airnya deras sehingga hati-hati dengan sendal yang dipakai. Celana panjang mungkin perlu digulung, namun bila air sungai sedang tenang (tidak ada hujan di puncak) kita bisa melompat di atas batu-batu. Selanjutnya kita akan sampai di tanah lapang yang cukup untuk mendirikan beberapa tenda. Mendekati Kandang Badak, kita akan mendengar suara deru air terjun yang cukup menarik di bawah jalur pendakian. Kita bisa memandang ke bawah menyaksikan air terjun tersebut, atau turun ke bawah untuk mandi bila air tidak terlalu dingin. Di sekitar air terjun ini lintasan terjal dan sempit sehingga harus menunggu antrian satu per satu untuk melewatinya. Setelah itu jalur mulai landai dan sedikit menurun hingga Pos Kandang Badak (2.395 mdpl). Bagi pendaki sebaiknya mengisi persediaan airnya di pos Kandang Badak, karena perjalanan berikutnya akan susah memperoleh air. Setelah kandang Badak perjalanan menuju puncak sangat menanjak dan melelahkan disamping itu udara sangat dingin sekali. Disini terdapat persimpangan jalan, untuk menuju puncak Gn.Gede ambil arah ke kiri namun jangan salah jalan menuju ke kawah, dan untuk menuju puncak Gn.Pangrango ambil arah kanan. Persiapan fisik, peralatan dan perbekalan harus diperhitungkan, sebaiknya beristirahat di pos ini dan memperhitungkan baik buruknya cuaca. Menuju puncak Pangrango waktu yang dibutuhkan sekitar 3 jam dengan jarak tempuh lebih kurang 3 km, dengan melintasi kawasan hutan lebat yang sangat terjal. Dari puncak gunung Pangrango pendaki tidak bisa menikmati pemandangan sekitar karena masih banyak pohonan. Sedikit turun ke arah barat terdapat areal terbuka seluas 5 ha yang dipenuhi dengan tanaman bunga edelweis. Tempat ini di sebut Alun Alun Mandalawangi. Untuk menuju puncak gunung gede pendaki menyusuri punggungan yang terjal, di sini terdapat sebuah tempat yang disebut Tanjakan Setan, tempat ini sangat terjal dan dilengkapi dengan tali baja untuk berpegangan. Dari atas tanjakan ini pendaki bisa memandang panorama puncak gunung Pangrango yang sangat indah. Hempasan angin kencang sangat terasa di tempat ini. Pendaki di musim hujan tempat ini terasa sangat dingin karena hembusan angin kencang yang bercampur dengan air. Pendaki yang belum makan biasanya akan mudah sakit ketika tiba di tempat ini. Bahkan bisa terkena kram bila tidak menggunakan pakaian yang cukup tebal. hingga puncak Gunung Gede angin kencang akan selalu menemani para pendaki. Puncak gunung gede terlihat memanjang, berbeda dengan puncak gunung pangrango yang runcing sempurna. Pendaki biasanya menikmati pemandangan Kawah Gunung Gede yang sangat indah. di puncak gunung gede ini akan tercium aroma belerang yang kadang kala sangat menyengat hidung. Kawah gede ini terdiri dari Kawah Ratu dan Kawah Wadon. Puncak gunung Gede sangat indah namun perlu hati-hati, kita dapat berdiri dilereng yang sangat curam, memandang ke kawah Gede yang mempesona. Dibawah lereng-lereng puncak ditumbuhi bunga-bunga edelweis yang mengundang minat untuk memetiknya, hal ini dilarang dan sangat berbahaya bagi kelestariannya. Dari puncak Gede kita bisa kebawah menuju alun-alun SuryaKencana, dengan latar belakang gunung Gumuruh. Terdapat mata air yang jernih dan tempat yang sangat luas untuk mendirikan kemah. Bila berkemah di alun-alun Surya Kencana di pagi hari sekitar jam 5 pagi pendaki akan dibangunkan oleh para pedagang yang menawarkan nasi uduk dan rokok, Gunung apa pasar yak.. Dari sini kita belok ke kiri (timur) bila ingin melewati jalur Gunung Putri, dan untuk melewati jalur Selabintana kita berbelok ke kanan (barat). JALUR GUNUNG PUTRI Di Pos Penjagaan Gunung Putri (1.450 mdpl), pendaki wajib melapor dan menunjukkan surat - surat perijinan dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan. Untuk barang yg dilarang seperti pisau, radio, sabun, odol, dll. akan diminta oleh petugas. Pada saat keluar Taman Nasional juga akan dilakukan pemeriksaan kembali serta wajib memperlihatkan sampah yang dibawa turun sisa-sisa pemakaian kita sendiri. Di setiap pintu taman ada tempat untuk membuang sampah Pendakian awal berupa jalan setapak yang melintasi kebun penduduk, yang selanjutnya akan menyeberangi sungai kecil. Setelah melewati sungai jalur mulai menanjak dan kita akan menemukan pipa air minum yang disalurkan untuk keperluan penduduk sekitar. Satu jam perjalanan dari pipa air pendaki akan sampai di Pos Tanah Merah yang berupa bangunan bekas kantor Taman Nasional yang sudah tidak terpakai di ketinggian 1.850 mdpl. Beberapa dinding kayu sudah hilang dan lantai kayunyapun sudah pada berlobang, namun atapnya masih bagus sehingga dapat digunakan untuk berteduh. Jalur semakin menanjak dan melintasi akar-akar pepohonan, suasana hutan semakin lebat dan mencekam, setelah berjalan sekitar 1,5 jam akan sampai di Pos Legok Lenca diketinggian 2.150 mdpl. Jalur berikutnya semakin curam dan licin terutama di musim penghujan, di beberapa tempat medan sempit sehingga pendaki harus ke pinggir bila berjumpa dengan pendaki dari arah berlawanan. Pos berikutnya adalah Buntut Lutung yang berada di ketinggian 2.300 mdpl. Tempat ini agak lega sehingga bisa beristirahat rame-rame setelah melintasi jalur sempit. Jarang sekali ada pendaki yang membuka tenda di pos-pos di sepanjang jalur gunung putri. Selain tempatnya sempit dan tidak ada sumber air, pendaki lebih suka bersusah payah sekuat tenaga untuk sampai di Alun-Alun Surya kencana dan berkemah di sana. Sebelum sampai di lapangan terbuka Surya Kencana kita masih harus melewati dua pos lagi yakni Pos Lawang Seketeng (2.500 mdpl) dengan medan yang semakin terjal dan semakin menguras tenaga, serta Pos Simpang Maleber (2.625 mdpl). Pos yang ada berupa bangunan untuk duduk yang dilengkapi dengan atap yang disangga satu tiang seperti payung. Seperti pos-pos yang lainnya tiang penyangga atap sudah roboh semua. Dari Pos Simpang Maleber lintasan sudah landai alun-alun Surya Kencana sudah nampak di depan mata. Untuk menuju Pusat Keramaian Alun-Alun ( Kilometer Nol ) kita harus berjalan ke arah kanan mengikuti aliran sungai kecil yang berada tepat di tengah-tengah lapangan. Selanjutnya dari Km-0 kita kekanan mendaki bukit terjal berbatu yang banyak di tumbuhi edelweis untuk menuju puncak gunung Gede. sedangkan untuk turun kembali lewat jalur Selabintana kita harus berjalan lurus. JALUR SELABINTANA Di jalur Selabintana terdapat airterjun yang biasa disebut warga airterjun Ciberem yang memiliki ketinggian 70 meter. Percikan dan kabutpun tercipta oleh air terjun.Untuk menuju airterjun pendaki harus melewati jalan yang berbatu yang panjang dan terjal. Lokasi yang sulit di jangkau ini tidak mengurangi niat para pendaki untuk menuju ke air terjun ini. Setelah melakukan booking beberapa hari sebelumnya di Cibodas pendakian baru bisa dilakukan. Di Pos Pemeriksaan dilakukan pemeriksaan barang bawaan dan surat perijinan, kemudian pendaki bisa langsung "ngetrek" atau berkemah terlebih dahulu di Selabintana. Dari Pos Pemeriksaan kita berjalan menyusuri tepi sungai yang aliran airnya jernih dan sangat dingin memasuki kawasan hutan lebat yang banyak dihuni satwa liar. Lintasan berupa jalan berbatu yang ditata rapi menyusuri punggungan gunung. Monyet-monyet bergelantungan di atas pohon, aneka burung berkicauan di atas dahan. Setelah berjalan sekitar 1/2 jam kita akan berjumpa dengan menara pengamatan burung. Selanjutnya akan sampai di Pos Citingar (1.000mdpl). Di sepanjang jalur banyak terdapat sampah dedaunan. Di musim penghujan banyak pacet dan di musim kemaraupun masih ada pacet. Medan yang berupa tanah gembur dilapisi guguran dedaunan semakin menanjak dan licin. Bila ingin beristirahat sebaiknya tidak duduk di atas pohon tumbang atau di tanah berhumus karena banyak pacet, cukup berdiri mengambil nafas panjang. Masih dalam kondisi jalur yang sama kita akan sampai di Pos Citingar Barat (1.175 mdpl). Sekitar 2-3 jam kita berjalan dikawasan hutan yang banyak pacetnya ini. Untuk itu gunakan sepatu gunung jangan pakai sendal, untuk menghindari puluhan pacet nempel di kaki. Selanjutnya jalur masih berupa tanah gembur dilapisi dedaunan. 1 jam kemudian jalur agak landai sedikit turun dari punggungan gunung menghindari lintasan lama yang longsor (di atas lintasan baru). Di lokasi ini lintasan baru dilapisi dengan batu yang ditata rapi danPacet sudah jarang dijumpai. Kemudian kita akan sampai di Pos Cigeber (1.300 mdpl). Bila lintasan sebelumnya langit tertutup oleh rimbunya pepohonan (canopy), maka lintasan berikutnya kita mulai bisa melihat langit karena pohon-pohon yang sangat tinggi sudah jarang. Tanah yang diinjak mulai agak keras. Kita akan melewati pinggiran jurang yang banyak ditumbuhi rumput-rumput yang agak tinggi. Selanjutnya tiba di Pos Cileutik (1.500 mdpl). Sedikit turun di bawah Pos yang sudah roboh ini terdapat sungai yang aliran air nya kecil dan membentuk air terjun mini. Bila tidak terlalu dingin bisa mandi di sungai ini. Di lokasi ini beberapa pendaki bisa beristirahat bersama namun tidak cukup untuk mendirikan 2-3 tenda. Setelah menyeberangi sungai kecil, medan kembali menanjak dan memasuki kawasan hutan yang lebat. Di beberapa tempat tanah yang diinjak agak lembek. sekitar 2 jam berjalan pendaki akan sampai di Pos yang banyak dikelilingi pohon-pohon yang memiliki bentuk yang aneh, sehingga bisa menimbulkan fantasi yang bermacam-macam. Selanjutnya kita berjalan sekitar 2 jam maka kita akan sampai di Pos yang hanya bisa digunakan untuk duduk beristirahat sekitar 8 orang. Lintasan berikutnya makin terjal, di beberapa tempat kita bisa berpegangan pada akar-akar dan selanjutnya pendaki akan melewati jalur yang banyak di tumbuhi rumput-rumput yang sangat tinggi. Sekitar satu jam kita akan sampai di Pos Pertigaan, di tempat ini terdapat persimpangan jalur, bila ke kanan menuju puncak gunung Gumuruh, bila ke kiri menuju alun-alun Surya Kencana. Sekitar lima menit dari lokasi Pos ini kita akan sampai di tempat yang terbuka, ke kanan kita bisa melihat ALun-alun Surya Kencana dan Puncak Gunung Gede. Untuk menuju pusat Alun-alun (Kilometer Nol) kita berjalan ke kanan sekitar 15 menit. Di lapangan luas ini kita bisa beristirahat mendirikan tenda. Untuk melanjutkan perjalanan lewat jalur Cibodas kita harus mendaki puncak gunung Gede terlebih dahulu. Sedangkan untuk melewati jalur Gunung Putri kita berjalan lurus mengikuti pinggiran sungai. Untuk menuju puncak Gunung Gede dari Km-0 kita masih harus mendaki batuan terjal yang banyak ditumbuhi Edelweis, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Read More »

Selasa, 06 Januari 2015

wisata danau toba

Akhir tahun 2014 yang lalu kita berkesempatan untuk liburan ke Medan. Awalnya cuma mau kondangan aja, tapi setelah dipikir-pikir udah jauh-jauh ke Medan, kenapa nggak sekalian ke Danau Toba. Mumpung udah sampai sana, kenapa nggak sekalian jalan-jalan aja? Seperti yang udah kita ketahui, Danau Toba ini merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang terkenal banget. Di sekitar danau, udah banyak banget hotel-hotel dan resort-resort yang dibangun. Bapak-bapak yang nawarin jasa permainan air juga udah banyak.
Sebelumnya, kita mau cerita kekonyolan kita pas merencanakan liburan ke Danau Toba ini. Awalnya kita kira karena udah di Medan, ke Danau Toba ini dekat, bisa pulang pergi. Dan ternyata kita salah. Danau Toba ini letaknya sekitar 4 jam perjalanan darat dari kota Medan. Rute kita kemarin: lewat Medan – Pematang Siantar – Prapat (salah satu daerah di pinggir Danau Toba). Ada beberapa jalur alternatif yang bisa dipilih. Boleh-boleh aja kalau mau pulang-pergi, tapi capek di jalan dan rugi banget udah jauh-jauh datang kalau nggak nginap. Belum lagi, kalau kita pengen nyebrang (atau nginap di Pulau Samosir).Dari kota Medan  , kita ke arah selatan, melewati Pematang Siantar, dan akhirnya bermalam di Prapat (salah satu daerah di pinggir danau Toba). Keliatannya, Prapat ini merupakan tempat favorit wisatawan yang menginap, mungkin karena jumlah penginapan banyak.Di Prapat, ada banyak warung-warung makan, jadi nggak perlu khawatir nggak ada makan malam (jika dibandingkan dengan Danau Ranau yang perlu persiapan bawa makanan), berlibur ke Danau Toba memang lebih enakBegitu sampai di hotel, kita senang banget, karena buka jendela langsung ada pemandangan danau Toba yang indah banget.  Setelah nginap semalam di Prapat, besok paginya kita nyebrang naik kapal ferry ke Pulau Samosir, tepatnya ke Desa Tomok.
Di Samosir ini, selain Desa Tomok, ada juga Desa Tuktuk yang sama terkenalnya.
Begitu sampai, kita langsung diajak buat lihat tarian tradisional orang Batak, Tari Sigale-gale. Tariannya, ada musik sama boneka yang bisa gerak-gerak. Sementara penontonnya keliling-keliling sambil nyelipin uang ke kantong baju si penari utama (bonekanya}
Di sini banyak yang jualan souvenir dan kain  ulos .Buat yang hobi belanja silakan dipilih.
Setelah itu kita kembali ke pelabuhan untuk pulang lagi ke parapet,dan setelah beberapa menit sampai di pelabuhan parapet yaitu aji batakami pulang ke hotel dan pulang lagi ke medan.


Read More »